Pages

Pages - Menu

Minggu, 10 Februari 2013

Tentara Hati



Diri manusia sebenarnya tidak berbeda dengan sebuah kerajaan di mana hati sebagai rajanya dan indra bersama organ tubuh yang lain ibarat pelayan dan tentaranya, akal sebagai wazir atau perdana menteri, nafsu keinginan sebagai pemungut pajak dan amarah sebagai petugas polisi. Dengan alasan menarik pajak, nafsu terus-menerus cenderung untuk berbuat korup demi kepentingannya sendiri, sementara amarah cenderung berbuat kasar dan keras. Demi kelangsungan dan keamanan negara, hati dan akal atau raja dan perdana menteri harus bekerja sama untuk memantau dan mengendalikan penarik pajak dan petugas kepolisian. Jika tidak, yakni polisi dan pemungut pajak sampai naik ke atas dan mengendalikan menteri, kehancuranlah yang akan terjadi.

Seseorang harus memahami herarki kekuasaan tersebut. Dalam diri manusia, secara berurutan syahwat dan amarah adalah pelayan nafsu, nafsu sendiri pelayan akal, akal pelayan hati, dan hati diciptakan untuk memandang keindahan hadirat illahi. Siapa yang memahami herarki ini dialah yang benar. Unsur dan potensi-potensi tersebut tidak diciptakan kecuali agar manusia mampu menggunakannya untuk terbang meninggalkan alam debu menuju alam tinggi. Itulah yang dmaksud dalam firman-Nya “ Tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku” (QS. Al-Dzariyat, 56)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar